Cerdas dan Cermat Memilih Nanny

Idealnya pengasuh tidak sekadar menjaga, tetapi juga memastikan bahwa kebutuhan fisik dan emosional anak juga terpenuhi. Namun sangat sulit jika mengharapkan pengasuh benar-benar bisa 100% menggantikan orangtua

Nanny_081110Tak mudah bagi orangtua meninggalkan anak bersama pengasuh, yang sejatinya adalah orang asing dalam keluarga. Apalagi jika anak yang ditinggalkan masih bayi atau masih sangat kecil sehingga belum mempunyai kemampuan untuk melaporkan kepada orangtuanya perilaku apa saja yang ia terima dari pengasuhnya. Ketidakpercayaan, kekhawatiran bahkan ketakutan, seringkali menghinggapi orangtua. Namun bagi kebanyakan orangtua yang bekerja atau memiliki aktivitas lain di luar rumah, mau tak mau pilihan ini dengan terpaksa harus diambil.

Betapa pun orangtua perlu menyadari, peran pengasuh anak sebenarnya sangat penting. Jauh lebih penting daripada sekadar memberi makan dan memandikan anak. Lihat saja, berapa banyak waktu yang dihabiskan oleh anak bersama pengasuhnya. Terlebih lagi jika anak masih berada dalam rentang usia penting perkembangan otaknya. Menurut Leira Hevyta, psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan UI, selain sebagai fasilitator bagi hal-hal fisik seperti mandi dan makan, sebenarnya pengasuh juga ikut berperan dalam  membentuk emosi, psikis maupun nilai sosial anak dalam tahap tertentu. ”Nanny dapat menjadi asisten orangtua yang tugasnya meliputi mengasuh dan mendidik,” kata Leira menegaskan.

Sependapat dengan Leira, Mita Aswanti, MPsi, staf pengajar dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia mengatakan, bahwa idealnya, pengasuh bisa menggantikan peran orangtua ketika ayah atau ibu tidak berada bersama anak. ”Jadi tidak sekadar menjaga, tetapi juga memastikan bahwa kebutuhan fisik dan emosional anak juga terpenuhi,” katanya. Selain itu, tambah psikolog anak ini, pengasuh juga bertanggung jawab atas keselamatan anak saat orangtua tidak bersama anak.

Kriteria pengasuh yang ideal, menurut Mita, mampu memenuhi berbagai kebutuhan anak, berupa kebutuhan fisik, kognitif dan psikososial. Kebutuhan fisik antara lain mencakup pertumbuhan, asupan gizi, kesehatan, perkembangan motorik kasar-halus dan lain-lain. Sementara kebutuhan kognitif berhubungan dengan hal-hal seperti perkembangan bahasa, daya tangkap, daya nalar dan sebagainya. Sedangkan kebutuhan psikososial anak, menurutnya mencakup aspek ekspresi emosional, perkembangan rasa percaya diri, interaksi sosial, dan lain-lain. ”Jadi nanny yang baik juga menyediakan kegiatan yang mengembangkan aspek-aspek di atas. Misalnya, dengan melakukan permainan yang mengasah keterampilan motorik dan menerapkan disiplin yang sesuai,” terangnya.

Latar belakang pendidikan nanny , menurut Mita, tidak selalu dapat menjadi ukuran apakah seseorang bisa menjadi pengasuh yang baik. ”Pengalaman dan keterampilan mengasuh tidak bisa dibeli oleh pendidikan formal,” katanya.  Ada yang secara natural bisa dekat dengan anak – tahu apa yang harus dilakukan saat menghabiskan waktu bersama anak, tahu apa kebutuhan anak – tetapi ada juga yang tidak tahu dan harus diajarkan. ”Ada juga yang pendidikannya hanya SD atau SMP, atau bahkan tidak sekolah, tetapi sebenarnya cerdas dan memiliki insting yang baik dalam menghadapi anak,” urai Mita.

Mengenai pekerjaan ”rangkap” para pengasuh – yang seringkali diharuskan untuk mengasuh sekaligus mengurus rumah – menurutnya bukan alasan bagi pengasuh untuk tidak menjalankan peran pengasuhannya dengan baik. ”Kalau bicara yang ideal, ya harusnya anak tidak lepas dari pengawasan pengasuh. Bagaimana dengan ibu yang ”pegang” anak sendiri dan tidak punya pembantu sehingga juga harus memasak, mencuci, mengurus rumah?  Apakah bisa si ibu bisa dikatakan ibu yang buruk? Tidak juga kan? Begitu juga dengan pengasuh. Kalau pun si pengasuh eksklusif ’memegang’ anak, tetapi caranya tidak beres ya sama saja,” katanya lagi. Jadi menurutnya, ukurannya tetap harus dilihat dari bagaimana cara pengasuh/asisten rumah tangga memperlakukan anak dan caranya merespon kebutuhan anak.

Meski tugas nanny bagi anak begitu penting, namun Leira mengingatkan bahwa nanny hadir bukan untuk menggantikan sepenuhnya peran dan fungsi orangtua. Leira menegaskan, ”Nanny adalah pengganti temporer, yakni menggantikan fungsi orangtua yang tengah berhalangan secara fisik.” Karena bagaimana pun, baiknya nanny menjalankan tugas dan perannya, orangtua tetap bertanggung jawab secara penuh pada anak.

Lagipula, tambah Mita, sangat sulit jika pengasuh diharapkan benar-benar bisa 100% sama dengan orangtua dalam menyampaikan nilai hidup, memberikan kasih sayang, memberikan stimulasi perkembangan. ”Karena itu, orangtua harus tetap punya waktu berkualitas dengan anak. Hubungan dan attachment orangtua-anak tidak bisa digantikan oleh siapapun. Kalau pengasuh yang diandalkan untuk hal-hal ini, celaka sekali,” katanya lagi.

Memilih dan Menyeleksi

Menyadari pentingnya fungsi dan peran pengasuh bagi anak, maka orangtua harus melakukan upaya lebih untuk memilih dan menyeleksi calon pengasuh si kecil. Ini semua perlu Anda lakukan untuk memastikan si kecil akan mendapatkan yang terbaik dari pengasuhnya. Berikut ini adalah panduan bagi Anda untuk memilih dan menyeleksi calon pengasuh si kecil.

Sebelum pencarian dimulai….

Seorang pengasuh bukanlah ‘pembaca pikiran’, yang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, dapat memenuhi apa yang menjadi ekspektasi Anda terhadap mereka. Karena itu, sebelum Anda mempekerjakan seorang pengasuh, Anda harus menetapkan hal-hal apa saja yang diharapkan dari calon pengasuh si kecil. Dengan begitu, kemungkinan Anda akan menemukan pengasuh yang sesuai dengan keinginan pun akan lebih besar.

Langkah-langkah awal yang perlu Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  • Tentukan karakteristik, kepribadian, latar belakang pendidikan dan pengalaman seperti apa yang Anda harapkan dari calon pengasuh si kecil.
  • Sebelum masuk ke dalam lingkungan keluarga Anda, jelaskan terlebih dahulu kepadanya interaksi seperti apa yang akan dia alami dengan anggota keluarga lainnya.
  • Jangan lupa untuk mendeskripsikan dengan jelas bagaimanakah kepribadian si kecil, jadwal hariannya, obat atau kebutuhan khusus lainnya dan prioritas apa yang Anda harapkan dapat dilakukan dalam kurun waktu 6-12 bulan ke depan.
  • Deskripsikan dengan jelas jam kerja, tanggung jawabnya secara spesifik dan fleksibilitas seperti apa yang Anda harapkan darinya.
  • Setelah Anda mendeskripsikan apa yang menjadi harapan Anda, jangan lupa untuk juga menjelaskan kompensasi dan keuntungan apa yang dapat Anda tawarkan kepadanya.

Setelah Anda selesai melakukan tugas-tugas awal di atas, maka Anda pun siap untuk melakukan langkah berikutnya.

Seleksi dan Wawancara

Tahapan wawancara adalah tahapan penting dan harus Anda lakukan dalam menyeleksi calon pengasuh anak. Menurut Mita, dalam wawancara tersebut, orangtua perlu menggali tentang keterampilan yang dimiliki calon pengasuh yang berkaitan dengan tugas mengasuh anak, pandangannya tentang perkembangan anak, dan nilai-nilai hidup yang dimilikinya. ”Pertimbangkan apakah hal-hal tersebut sesuai dengan nilai-nilai keluarga,” tambahnya.

Selain dengan metode wawancara, tambah Mita, hal-hal tersebut juga bisa digali dengan melakukan masa percobaan selama beberapa hari. ”Perhatikan sikapnya dan perilakunya saat berinteraksi dengan anak, juga saat ia berinteraksi dengan anggota keluarga yang lain,” terang Mita.  Apakah perilakunya sesuai dengan yang diharapkan dan ia bisa menyesuaikan diri dengan tugasnya serta orang-orang di rumah? Selain itu, imbuhya, perhatikan juga bagaimana anak merespon pengasuh. Apakah kelihatannya anak cocok atau nyaman berada dekat pengasuh?

Jika metode penggalian yang Anda pilih adalah wawancara, terdapat beberapa daftar Pertanyaan Interview Suster sebagai contoh pertanyaan yang dapat Anda ajukan saat mewawancarai calon pengasuh si kecil. Daftar di bawah ini hanyalah panduan umum yang sebaiknya disesuaikan lagi dengan kondisi khusus si kecil atau keluarga Anda.

Pertanyaan Umum

  1. Apa yang perlu dipertimbangan ketika mengasuh anak di rumahnya sendiri, dibandingkan dengan merawat anak di day care, ataupun di rumah orang lain?
  2. Pengalaman terakhir mengasuh anak dan alasan berhenti.
  3. Pengalaman terburuk yang pernah dialami dalam mengasuh anak, dan bagaimana cara mengatasinya
  4. Bagaimana cara menerapkan disiplin pada anak? Dalam mendisiplinkan anak, apakah ada perbedaan yang mungkin dia lakukan kepada anak sendiri dengan kepada anak lain?
  5. Hal apa yang menurutnya paling menarik dalam bekerja dengan anak-anak
  6. Apakah pernah menangani situasi darurat? Jika ya, peristiwa apa, dan bagaimana mengatasinya?
  7. Cerita mengenai masa kecilnya, dan bagaimana hubungan dengan keluarganya
  8. Kegiatan yang suka dilakukan di waktu luang?
  9. Acara TV yang disukai
  10. Bagaimana teman-temannya menggambarkan dirinya?

Pertanyaan yang juga perlu Anda ajukan berdasarkan tahapan usia anak.

Bayi baru lahir -2 tahun

  1. Bagaimana cara mengatasi bayi yang menangis?
  2. Apa tanggung jawab paling utama yang harus dilakukan terhadap anak seusia ini?  
  3. Aktivitas apa yang bisa dilakukan bersamanya?

Usia 2-3 tahun

  1. Jika si kecil mengamuk di mal, apa yang akan dilakukannya? Bagaimana jika hal itu terjadi di rumah?
  2. Bagaimana cara memperkenalkan atau melatih anak untuk mulai menggunakan toilet?
  3. Saat di luar rumah, permainan seperti apa yang akan dia mainkan bersama si kecil?
  4. Di dalam rumah, permainan apa yang cocok dimainkan untuk anak seusia ini?

Usia 3-5 tahun

  1. Cara apa yang paling efektif untuk mengajari anak agar berdisiplin?
  2. Acara TV apa yang sesuai untuk anak seusia ini?
  3. Maukah mengawasi si kecil bermain di taman bermain atau  dengan teman-temannya, walaupun tidak terlibat di dalamnya?

Usia 5 tahun ke atas:

  1. Apa pendapatnya jika anak yang besar bermain sendiri di luar, sementara dia menemani adiknya yang masih kecil di dalam rumah?
  2. Apakah tidak keberatan menemani anak belajar?
  3. Apakah juga mau mengawasi teman-teman anak yang sedang bermain di rumah?

Selamat Datang Nanny!

Setelah melewati serangkaian proses pencarian dan seleksi, tibalah waktunya bagi nanny untuk terjun langsung merawat, dan mengasuh si kecil di rumah. Agar pengasuh dapat menjalankan tugasnya dengan baik sesuai harapan Anda, Mita memberikan beberapa masukan untuk Anda:

  • Berikan kepercayaan, mengarahkan dan menambah keterampilannya.
  • Jangan membebankan 100 persen tugas dan tanggung jawab mengasuh anak kepada pengasuh. Kalau sedang di rumah, orangtualah yang berperan utama mengasuh anak dan pengasuh hanya jadi asisten.
  • Berikan juga waktu istirahat yang cukup sehingga mereka tidak melakukan kelalaian saat kerja.
  • Komunikasikan di awal masa kerja, apa yang diharapkan dan tidak diharapkan dari mereka, serta peraturan dan nilai yang berlaku di rumah.
  • Jadilah atasan yang membuka jalur komunikasi dan bekerja sama dengan pengasuh.
  • Terus berikan pengawasan dan pengarahan bagi pengasuh.
  • Berikan pengetahuan yang diperlukan untuk mengasuh, misalnya dengan menyediakan majalah tumbuh kembang anak atau mengajak mereka berdiskusi tentang cara terbaik mengasuh anak.

Kriteria Pengasuh yang Baik

  • Pengalaman yang cukup dalam mengasuh anak, atau paling tidak punya pengalaman berinteraksi dengan anak. Dengan pengalaman yang cukup diharapkan mereka punya keterampilan yang cukup dalam mengasuh anak.
  • Jangan sampai pengasuh tahu cara memberi makan, memandikan, menjaga kebersihan tubuh, tetapi melalaikan aspek lain seperti perkembangan kognitif. Akan lebih baik jika pengasuh tahu aktivitas yang sesuai usia, misalnya permainan atau lagu anak, mengajak anak bercerita, bisa jadi teman bermain anak.
  • Bisa dekat dengan anak dan tahu bagaimana berinteraksi dengan mereka (sesuai dengan usia anak yang akan diasuh).
  • Pengasuh yang baik adalah mereka yang bisa diajak bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik. Hal ini akan mempermudah orangtua untuk mengarahkan bagaimana cara pengasuhan anak yang sesuai dengan nilai-nilai yang dimiliki orangtua.

Tips Membangun Kepercayaan pada Nanny

Meski tak mudah, kepercayaan terhadap nanny perlu dibangun agar tidak makin sulit bagi orangtua meninggalkan anak di rumah untuk sementara waktu. Mita Aswanti Mpsi, memberikan beberapa tipsnya untuk Anda:

  • Pastikan pengasuh adalah orang yang bertanggung jawab, dekat dengan anak, dan bisa diajak bekerja sama. Berikan waktu yang cukup hingga orangtua bisa percaya dengan cara pengasuh menangani anaknya. Jangan baru saja dipekerjakan 1–2 hari, sudah ditinggal sendirian dengan anak.
  • Pikirkan dengan baik sistem pengawasan terhadap kinerja nanny. Misalnya, kalau awal-awal ditinggal, usahakan ada orang lain yang dipercaya (nenek, tante, orang terdekat lain) yang mendampingi nanny, dan bisa memantau bagaimana dia menangani anak.
  • Telepon juga bisa jadi alat untuk memantau dengan menghubungi rumah dan mendapat laporan tentang apa saja yang dilakukan pengasuh dan anak. Kalau anak sudah cukup besar, ajak anak bercerita tentang harinya bersama pengasuh begitu orangtua sampai di rumah.
  • Pastikan orangtua meninggalkan telepon dan alamat orang-orang penting yang bisa dihubungi jika terjadi hal-hal yang sifatnya darurat. Misalnya nomor telepon Ibu dan Bapak, nomor telepon kantor, rumah sakit, kantor polisi, nomor telepon orang-orang terdekat seperti kakek, nenek, dan sebagainya, lebih detilnya ada di Info Darurat.
  • Jangan lupa untuk secara berkala mengecek keadaan rumah dan anak.
  • Lakukan dengan porsi yang tepat. Jangan sampai si pengasuh merasa tidak dipercaya dan merasa dirinya dicurigai berlebihan. Hal ini bisa menghambat hubungan orangtua-pengasuh dan pada akhirnya bisa mempengaruhi cara pengasuh ’memegang’ anak.

 

 

Comments  

 
0 #5 xiaomanzeng 2013-09-23 15:28
BALENCIAGA Tube Tote Bag Grainy Leather 30682 Camel www.2014pursebag.com/productsview.php?id=700&proid=24612
 
 
0 #4 xiaomanzeng 2013-09-23 15:27
[url:error]
 
 
0 #3 kellymarryde 2013-09-23 15:25
In sophisticated Epi leather, the Alma MM captures the essence of iconic Louis Vuitton style. Shiny silvery brass pieces, a generous interior and a classic structured shape add to its elegant appeal.
 
 
0 #2 xiaomanzeng 2013-09-23 15:25
BALENCIAGA Tube Tote Bag Grainy Leather 30682 Camel www.2014pursebag.com/productsview.php?id=700&proid=24612
 
 
0 #1 kellymarryde 2013-09-23 15:23
In sophisticated Epi leather, the Alma MM captures the essence of iconic Louis Vuitton style. Shiny silvery brass pieces, a generous interior and a classic structured shape add to its elegant appeal.
 
Banner
Banner