Posisi Tidur Bayi dan Sindroma Kematian Bayi Mendadak

Baby_Sleeping_RvsBagaimana posisi bayi tidur adalah hal yang simple namun juga mengkuatirkan bagi setiap orangtua apalagi hal ini sangat berhubungan dengan sindroma kematian bayi mendadak atau Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).  SIDS merupakan penyebab tertinggi atau faktor utama kematian bayi di tingkat usia satu bulan sampai satu tahun.  Hal ini tentunya sangat menakutkan karena tidak seorangpun mengetahui persis apa penyebabnya.  Oleh karena itu sebaiknya jangan meletakkan bayi Anda tidur dalam posisi tengkurap, yang menyebabkan muka bayi menekan ke bantal atau kasur sehingga bayi tidak bisa bernafas.  Dengan demikian para ahli menyarankan untuk menidurkan bayi Anda dalam posisi telentang, dan itulah posisi yang terbaik.

Ibu-Ibu Muda, selain posisi tidur bayi dengan telentang, kita dapat menurunkan resiko sindroma kematian bayi mendadak dengan berikut ini:

  • Pemakaian dot atau empeng; baru-baru ini ahli menemukan bahwa menggunakan dot atau empeng ternyata bisa mengurangi resiko SIDS.  Meskipun belum terlalu jelas, tapi ahli percaya bahwa bayi dengan memakai empeng akan lebih mudah bangun, juga merangsang atau membantu pernafasan dari mulut bayi serta mengurangi kecenderungan bayi tidur berputar dan tengkurap.
  • Tidur di kasur yang keras dan tanpa selimut, pemilihan kasur bayi yang keras sangat bagus untuk menghindari resiko yang disebabkan oleh kesulitan bernafas pada saat bayi berputar kemudian tidur tengkurap.  Pastikan bayi tidur tanpa bantal atau selimut serta tanpa meletakkan benda apa pun di dekat kepalanya.  Hal ini untuk menghindari kemungkinan si bayi menarik benda-benda tersebut ke arahnya sehingga menutupi wajahnya.
  • Suhu ruangan; perhatikan suhu ruangan/kamar bayi ketika tidur agar tidak kepanasan.  Sementara untuk ruangan pendingin (AC), pengaturan suhu yang tepat di antara 25-27 derajat Celcius, serta jangan lupa menyesuaikan pemakaian baju dengan suhu kamar bayi.
  • Tidur di ranjang khusus atau box; sebaiknya bayi diletakkan tidur di ranjang khusus bayi yang terpisah dari orang tua.  Hal ini untuk menghindari gerakan diluar alam sadar pada saat tidur yang bisa berakibat pada bayi.
  • Jangan merokok; hindari merokok ketika mengandung/hamil maupun dekat bayi (setelah melahirkan), karena mempengaruhi pernafasan bayi.
  • Berikan ASI pada bayi Anda; hasil penelitian dari beberapa ahli menunjukkan bahwa resiko SIDS terhadap bayi dengan ASI lebih kecil daripada bayi tanpa ASI, tentunya hal ini karena ASI berpengaruh positif terhadap kondisi daya tahan tubuh bayi.
 
Banner
Banner